Pelajar Belum Nikmati Program Buku Gratis

Senin, 11 Agustus 2008

ImageSolsel, Singgalang
Para pelajar di Kabupaten Solok Selatan, belum semua menikmati program buku gratis dari Departemen Pendidikan Nasional. “Meskipun ada yang bisa mengakses buku sekolah elektrik melalui internet, baru sebagian kecil sekolah yang menikmatinya,” kata Kepala SMAN 4 Solok Selatan, Ridwan kepada Antara, Sabtu lalu.

Ia menjelaskan, SMAN 4 belum dapat mengakses buku gratis program Depdiknas melalui situs http://bse.depdiknas.go.id.

Pada tahun ajaran 2008/2009, Depdiknas memiliki 49 judul buku yang dibeli hak ciptanya dan dari jumlah itu ada 37 judul buku yang sudah dapat diunduh secara gratis.

Untuk pengadaan jaringan internet, melihat letak geografi Solok Selatan yang mengharuskan menggunakan antena penangkap sinyal, jelas pihak sekolah belum sanggup karena kendala dana,” katanya.

Bahkan untuk memperkenalkan teknologi informasi pada siswa dan mengetahui perkembangan informasi dunia pendidikan, mereka sempat bergabung dengan SMKN 1 Solok Selatan karena aksesnya terlalu lama.

Sementara itu, Kepala SMAN 1, Budiman mengaku belum mengetahui ada program buku gratis itu. “Saya belum tahu kalau ada program buku gratis, sehingga sampai kini menggunakan buku pelajaran dari penerbit,” katanya.

Menurut Budiman, jika akses internet sudah lancar akan lebih baik memanfaatkan program buku gratis itu. Sedangkan Ketua Jurusan Teknologi Informasi SMKN 1 Yufrizal, menjelaskan pihaknya sangat terbantu dengan adanya program buku gratis itu, meskipun hanya buku-buku yang bersifat adaptif yang diakses.

Khusus untuk SMK, mereka memiliki laman www.psmk.net untuk memperoleh buku-buku produktif. Pihak SMAN 1 dan SMAN 4 menginginkan bantuan pemerintah dalam pengadaan internet, terutama antena untuk menangkap sinyal.

Pembangunan menara antena jaringan internet diperkirakan mencapai Rp23 juta persatu titik dan sekolah tak sanggup membiayai.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan berencana membangun jaringan nirkabel pemancar internet atau “wifi” (wireless fidelity) pada tujuh kecamatan di kabupaten itu.

Pembangunan jaringan nirkabel yang akan dilengkapi dengan peralatan antena guna mempermudah akses internet di sekolah. Alokasi anggarannya akan dimulai APBD Perubahan 2008,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Sumardianto. Demikian Antara melaporkan. o*/010